Karya Chairil Anwar
AKUChairil Anwar
Kalau sampai waktuku
‘Ku mau tak seorang kan merayu
Tidak juga kau
Tak perlu sedu sedan itu
Aku ini binatang jalang
Dari kumpulannya terbuang
Biar peluru menembus kulitku
Aku tetap meradang menerjang
Luka dan bisa kubawa berlari
Berlari
Hingga hilang pedih peri
Dan aku akan lebih tidak perduli
Aku mau hidup seribu tahun lagi
Maret 1943
Aku Ingin Bersama Selamanya
Ketika tunas ini tumbuh, serupa tubuh yang mengakar
Setiap napas yang terhembus adalah kata
Angan, debur dan emosi bersatu dalam jubah terpautan
Tangan kita terikat, lidah kita menyatu
Maka setiap apa terucap adalah sabda pendita ratu
Ah, di luar itu pasir, di luar itu debu
Hanya angin meniup saja, lalu hilang terbang tak ada
Tapi kita tetap menari, menari cuma kita yang tahu
Jiwa ini tandu, maka duduk saja
Maka akan kita bawa semua
Karena kita adalah satu
Tentang Seseorang
Kulari ke hutan kemudian menyanyiku
Kulari ke pantai kemudian teriakku
Sepi, sepi dan sendiri aku benci
Aku ingin bingar, aku mau di pasar
Bosan aku dengan penat dan enyah saja kau pekat
Seperti berjelaga jika kusendiri
Pecahkan saja gelasnya biar ramai
Biar mengaduh sampai gaduh
Ada malaikat menyulam jaring laba-laba belang
Di tembok keraton putih
Kenapa tak goyangkan saja loncengnya biar terdera
Atau aku harus lari ke hutan belok ke pantai?
Ada Apa dengan Cinta?
Perempuan datang atas nama cinta
Bunda pergi karena cinta
Digenangi air racun jingga adalah wajahmu
Seperti bulan lelap tidur di hatimu
Yang berdinding kelam dan kedingainan
Ada apa dengannya? Meninggalkan hati untuk dicaci
Lalu sekali ini aku melihat karya surga dari mata seorang hawa
Ada apa dengan cinta?
Tapi aku pasti kembali dalam satu purnama
Untuk mempertanyakan kembali cintanya
Bukan untuknya, bukan untuk siapa
Tapi untukku karena aku ingin kamu
Itu saja…
Cinta dan Benci
Aku tidak pernah mengerti
Banyak orang menghembuskan cinta dan benci
Dalam satu napas
Tapi sekarang aku tahu
Bahwa cinta dan benci adalah saudara
Yang membodohi kita, memisahkan kita
Sekarang aku tahu bahwa
Cinta harus siap merasakan sakit
Cinta harus siap untuk kehilangan
Cinta harus siap untuk terluka
Cinta harus siap untuk membenci
Karena itu hanya cinta yang sungguh2 mengizinkan kita
Untuk mengatur semua emosi dalam perasaan
Setiap emosi jatuh... Keluarlah cinta
Sekarang aku mengetahui
implikasi dari cinta
Cinta tidak berasal dari hati
Tapi cinta berasal dari jiwa
Dari zat dasar manusia
Ya, aku senang telah mencintai
Karena dengan melakukan itu aku merasa hidup
Dan tidak ada orang yang dapat merebutnya dariku
Tentara Mandiri
Mata imut berwarna hitam
Cantik seperti seorang putri
Dari kisah dongeng yang menjadi kenyataan
Aku melihatmu, cinta
Aku melihatmu, kalah
Kemudian kecantikan berubah menjadi hitam
Aku merasakan sakitmu
Aku melihatmu menangis
Kecantikan hilang dan mulai mati
Kebingungan dalam kebenaran
Dilema untuk memilih
Aku mencoba menolong
Tapi tidak ada yang dapat kulakukan
Lambat tapi pasti
Kamu menemukan ketenanganmu
Kamu terdidik sebagai tentara mandiri
Perampok Jiwa
Di kedalaman pikiranku
Aku melihat dirimu
Seorang tampan yang belum habis
Berharap suatu hari kita akan bertemu
Seorang yang mencuri pikiranku
Dan mengisinya dengan kehidupan
Yang merampok jiwaku
Dan membuatnya merasa benar
Sebuah gambar, berharap fantasi
Sebuah cinta dari kehidupan yang lain
Aku melihatmu begitu jelas
Kamu harus begitu
Aku menolak perpisahan
Aku tidak dapat membiarkanmu pergiSuatu hari kita akan bertemu
Dan pikiranku akan terasa damai.